Tim KLH RI Verlap Nominator Kalpataru 2026 di Pulau Pramuka
Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) Penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI melakukan verifikasi lapangan terhadap Hermansyah, calon nominator penerima Penghargaan Kalpataru Tahun 2026 kategori Pembina di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
"Memastikan kesesuaian data dengan fakta di lapangan"
Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat dan Penaatan Hukum Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Riza Lestari Ningsih,m mengatakan, kedatangan tim verifikator bertujuan meninjau langsung konsistensi serta inovasi pelestarian lingkungan yang dilakukan Hermansyah di wilayah Kepulauan Seribu.
Tim Penghargaan Kalpataru Kunjungi Kelurahan Kampung BaliKegiatan verifikasi tersebut turut didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, serta aparatur setempat.
"Verifikasi lapangan ini penting untuk memastikan kesesuaian data dengan fakta di lapangan, sekaligus melihat sejauh mana dampak positif kegiatan yang dilakukan calon penerima terhadap ekosistem dan pemberdayaan masyarakat lokal," ujarnya, Minggu (24/5).
Riza menjelaskan, penghargaan Kalpataru merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari pemerintah pusat kepada individu maupun kelompok yang dinilai berjasa luar biasa dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Ia berharap, kiprah Hermansyah dapat menginspirasi lebih banyak warga sekaligus membawa harum nama Provinsi DKI Jakarta di tingkat nasional.
"Kami optimistis Hermansyah dapat meraih penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas dedikasinya selama bertahun-tahun dalam menjaga ekosistem pesisir," terangnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Pramuka sekaligus pelopor Smiling Coral Indonesia, Hermansyah mengaku telah menyiapkan seluruh dokumen pendukung dan lokasi peninjauan sejak jauh hari.
Dalam verifikasi tersebut, tim meninjau sejumlah titik konservasi, mulai dari area transplantasi terumbu karang, pembibitan dan penanaman mangrove, hingga sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang digagasnya.
"Kami menunjukkan proses dari hulu hingga hilir, bagaimana restorasi terumbu karang dilakukan serta edukasi kepada masyarakat sekitar," ungkapnya.
Ia berharap, berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dijalankan bersama masyarakat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi ekosistem laut maupun warga setempat.
"Harapan utama kami bukan sekadar penghargaan, melainkan keberlanjutan ekosistem laut yang tetap terjaga agar dapat dinikmati generasi mendatang," tandasnya.